<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Menata Diri, Melanjutkan Kehidupan</title>
	<atom:link href="http://akhireza.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://akhireza.wordpress.com</link>
	<description>memahami makna hidup untuk hidup</description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 Dec 2011 11:43:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='akhireza.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/1fcbad8caf52cc03f3e53e608f097fd1?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Menata Diri, Melanjutkan Kehidupan</title>
		<link>http://akhireza.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://akhireza.wordpress.com/osd.xml" title="Menata Diri, Melanjutkan Kehidupan" />
	<atom:link rel='hub' href='http://akhireza.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Ideologi ISLAM VS Ideologi Kafir</title>
		<link>http://akhireza.wordpress.com/2010/06/12/bom-ideologi-islam-vs-atheisme-permisiffisme-demokrasi-zionisme-komunisme-liberalisme-kapitalisme-orientalisme-darwinisme-sekulerisme-postmodern-kolonialisme-westernisasi/</link>
		<comments>http://akhireza.wordpress.com/2010/06/12/bom-ideologi-islam-vs-atheisme-permisiffisme-demokrasi-zionisme-komunisme-liberalisme-kapitalisme-orientalisme-darwinisme-sekulerisme-postmodern-kolonialisme-westernisasi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Jun 2010 07:46:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akhireza</dc:creator>
				<category><![CDATA[Demokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kapitalisme]]></category>
		<category><![CDATA[kebenaran]]></category>
		<category><![CDATA[Komunisme]]></category>
		<category><![CDATA[Liberalisme]]></category>
		<category><![CDATA[Sekulerisme]]></category>
		<category><![CDATA[Westernisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Zionisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhireza.wordpress.com/?p=122</guid>
		<description><![CDATA[“Hampir tiba saatnya, umat manusia (musuh Islam) akan mengepung dan memperebutkan kalian seperti sekelompok orang rakus berebut makanan di atas nampan“. Demikian peringatan Nabi Muhammad SAW kepada ummatnya. Apa yang dikhawatirkan Nabi tersebut sudah terbukti, umat Islam telah menjadi kue rebutan para kolonialis, dikepung dari berbagai arah baik dalam bidang ekonomi, politik, militer, budaya maupun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhireza.wordpress.com&amp;blog=7380837&amp;post=122&amp;subd=akhireza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p style="text-align:justify;">“<em>Hampir tiba saatnya, umat manusia (musuh Islam) akan mengepung dan memperebutkan kalian seperti sekelompok orang rakus berebut makanan di atas nampan</em>“.</p>
</blockquote>
<p>Demikian peringatan Nabi Muhammad SAW kepada ummatnya. Apa yang dikhawatirkan Nabi tersebut sudah terbukti, umat Islam telah menjadi kue rebutan para kolonialis, dikepung dari berbagai arah baik dalam bidang ekonomi, politik, militer, budaya maupun ideologi pemikiran.</p>
<p>Dari berbagai ideologi global yang saat ini mendominasi dunia, bisa ditarik benang merah yang mengaitkan satu dengan lainnya. Yang satu menjadi induk bagi cabang lainnya, yang satu menjadi batang bagi tunas lainnya. Dan semua bermuara pada gerakan <strong>Yahudi internasional </strong>( <strong>Zionisme </strong>). <strong>Zionisme</strong> atau <em>shuhyoniah</em> yang diarsiteki oleh tokoh <strong>Yahudi Austria Theodor Herzl</strong>, adalah reinkarnasi dari <strong>Massonary</strong> (<strong>Freemasonry</strong>) sebuah gerakan Yahudi bawah tanah, terorisme yang sulit dilacak, karena memiliki kontrol organisasi yang rapi. Tujuannya mengupayakan Yahudi untuk mendominasi dunia. Menyeru kepada <strong>Atheisme, Permissifisme </strong>dan kerusakan.</p>
<p><strong>Zionisme</strong> mempunyai jaringan organisasi yang sangat banyak dan kuat, mendominasi perekonomian global, menguasai dana internasional yang dijadikan alat untuk menyetir politik dan ekonomi Negara-negara dunia ketiga, ikut menegendalikan PBB, memperalat amerika dan Negara-negara Eropa untuk mengegolkan ambisi mereka.</p>
<p><strong>Freemasonry</strong> yang berarti perkumpulan tukang batu, hanyalah nama samaran agar para tokoh Yahudi leluasa bergerak menjalankan misi mereka. Mereka mempunyai akar sejarah yang panjang, konon sudah didirikan sejak <strong>43 M</strong> oleh <strong>Herodes Agripa I</strong>. Kegiatan mereka pada awalnya adalah memusuhi orang-orang Kristen, menyiksa, mengusir dan membantai mereka, hingga akhirnya merusak bahkan merubah doktrin utama ajarannya. Mereka juga berupaya merusak ajaran Islam lewat <strong>Abdullah bin Saba’ </strong>yang mempelopori munculnya <strong>Syiah Ghulat</strong>, sekaligus untuk memecah belah kekuatan Islam. Disamping aktif menyebarkan cerita dusta ( isroiliyat ) untuk menodai kemurnian Islam.<br />
<span id="more-122"></span><br />
Tahap kedua gerakan <strong>Massonary</strong> dimulai tahun<strong> 1770 M</strong>, berhasil merekrut ribuan tokoh politik dan ilmuan dunia yang tertipu propaganda mereka. Dengan pandai mereka membonceng gerakan <strong>renaissance</strong> di <strong>Eropa</strong> dan <strong>revolusi Perancis</strong> melalui tokohnya <strong>Comte de Mirabeau</strong>. Berikutnya mereka aktif memanfaatkan para pemikir yang mempunyai pengaruh kuat di masyarakatnya seperti <strong>Jean Jacques Rousseau</strong>, <strong>Voltaire</strong>, <strong>Jurji Zaidan</strong> dan <strong>Karl Marx</strong>.</p>
<p>Yahudi membonceng gerakan pemikiran dan faham <em>ideology</em>, yang dilandasi <strong>filsafat materialisme</strong>, yang menjadikan materi sebegai tolok ukur segala sesuatu, mengingkari wujud Allah dan segala yang ghoib. Faham ini dipadukan dengan l<strong>iberalisme </strong>( <strong>kebebasan</strong> ) telah melahirkan bayi tangguh dan mendominasi dunia bernama kapitalisme, suatu sistem ekonomi yang filsafat dan politiknya didasarkan kepada azas pengembangan hak milik pribadi dan pemeliharaannya serta perluasan faham kebebesan. Berbagai bentuk tindakan yang egoistik, monopolistik, kekejaman hingga penjajahan lahir dari semangat ini.</p>
<p><strong>Materialisme</strong> juga melahirkan <strong>anak kembar</strong> bagi <strong>kapitalisme</strong>, yaitu <strong>komunism</strong>e : sebuah aliran berfikir yang berlandaskan pada materialisme, menafsirkan sejarah berdasarkan atas pertarungan kelas dan faktor ekonomi. Aliran ini berpadu dengan faham <strong>atheisme</strong> ( mengingkari eksistensi Tuhan ) menebar bencana di muka bumi. Peletak dasar-dasar pemikiran <strong>komunisme </strong>adalah <strong>failusuf Yahudi Jerman</strong> yang bernama <strong>Karl Marx</strong> (<strong> 1818-1883 M</strong> ). <strong>Teori-teori kominusme</strong> yang disusun dalam buku <strong>Manifesto Komunis </strong>dan <strong>Das Capital</strong> oleh<strong> Marx</strong>, telah berhasil diaplikasikan oleh<strong> Lenin </strong>dalam <strong>revolusi</strong> berdarah <strong>Bolsheviks </strong>di <strong>Rusia</strong> tahun <strong>1917 M</strong> yang dilanjutkan oleh <strong>Joseph Stalin</strong> ( <strong>1879-1954 M</strong> ) keduanya dengan tangan besi, tiranisme, bengis, sadis dan kejam memaksakan faham komunis kepada bangsa Rusia dan kemudian diekspor ke berbagai negri miskin lainnya.</p>
<p>Faham lain yang <strong>agak netral</strong> dan menjadi partner baik bagi <strong>Kapitalisme</strong> maupun <strong>komunisme</strong> adalah <strong>Darwinisme</strong> : Sebuah gerakan pemikiran yang dinisbahakan kepada seorang <strong>pemikir Inggris Charles Darwin</strong>. Pada tahun <strong>1859</strong> lewat bukunya <strong>The Origin</strong>, Darwin mengupas <strong>teori evolusi</strong> ( pertumbuhan dan perkembangan makhluk ) yang sangat bertentangan dengan agama. Intinya nenek moyang manusia adalah kera, dengan demikian manusia tidak bisa mengingkari bahwa mereka adalah binatang. Bagi Darwin, teori tentang Tuhan muncul saat manusia masih lemah, sekarang, setelah berevolusi menjadi kuat, manusia tidak lagi membutuhkan Tuhan dan agama. Selain menentang agama, Teori Darwin juga mendorong dan mengesahkan <strong>cara hidup model binatang</strong>. Diantara ilmuwan yang terinspirasi oleh teori Darwin adalah<strong> Sigmund Freud</strong>, <strong>ahli psychoanalysis</strong> berdarah <strong>Yahudi Czechoslovakia</strong> (<strong>1856</strong>) yang mempunyai <strong>teori</strong> bahwa <strong>lebido sexsual</strong> ( dorongan sex ) adalah <strong>motivasi utama segala aktifitas manusia</strong>.<strong> Fruedism</strong>e ini kemudian melahirkan pola hidup <em>free sex</em>, runtuhnya moral dan lembaga keluarga di masyarakat.</p>
<p>Di sisi lain, setelah <strong>Islam</strong> mampu menaklukkan <strong>Andalusia</strong>, serta melabrak Eropa sampai jantung kota <strong>Wina</strong> dan <strong>Paris</strong>, orang-orang <strong>Kristen Eropa</strong> mulai terbuka matanya untuk mempelajari Islam, kekuatan apakah gerangan yang menggerakkan manusia dalam waktu yang sangat cepat telah menguasai dunia ?. Inilah awal dari gerakan <strong>orientalisme</strong> ; gelombang pemikiran yang mencerminkan <strong>studi ketimuran khususnya Islam</strong>, dan mencakup peradaban, agama, seni, sastra, bahasa dan kebudayaan. <strong>Jerbert de Oraliac</strong> (<strong>938-1003 M</strong> ) adalah seorang <strong>pendeta Venezia</strong> yang juga belajar tentang Islam di Andalusia dan kemudian menjadi <strong>Paus pertama </strong>dari <strong>Perancis</strong>.</p>
<p><strong>Orientalisme</strong> semakin <strong>digencarkan</strong> setelah umat <strong>Kristen</strong> mengalami ke<strong>kalah</strong>an telak dan beruntun dalam<strong> perang salib</strong>. Hal ini juga tidak lepas dari peranan Yahudi yang ingin memukul kekuatan Islam. <strong>Goldziher</strong>, sebagai contoh dan sederetan nama lainnya adalah <strong>orientalis fanatik </strong>berdarah <strong>Yahudi</strong>. Mereka mempelajari Islam untuk mencari kelemahan umat Islam, membangun persepsi yang salah atas Islam, memutar balikkan fakta, serta membangkitkan aliran-aliran sempalan yang sesat dalam Islam dengan <strong>bungkus baru logika</strong>. Saat ini para orientalis telah berhasil <strong>membangun pusat-pusat studi Islam</strong> dan <strong>ketimuran</strong> di <strong>Inggris, Perancis, Amerika, Canada</strong> dll dan mendidik <strong>ribuan anak-anak Islam</strong> dengan pola fikir mereka agar nantinya menjadi <strong>propagandis efektif</strong>.</p>
<p>Ada sebagian kecil kaum orientalis yang obyektif dan mempunyai jasa atas Islam dengan karya-karya mereka yang besar dan rapi, namun kebanyakan mereka adalah para penghamba penjajahan ( <strong>kolonialisme</strong> ) yang menyimpan dendam atas kekalahan perang salib. Sejak <strong>abad XV</strong> bangsa<strong> Eropa</strong> mulai menjarah dan mengekspansi negri-negri <strong>Islam</strong> di <strong>Asia</strong> dan <strong>Afrika</strong>, menindas penduduknya, mengeksploitasi sumber daya alamnya serta menyebar luaskan ajaran Injil mereka ( <strong>Glory, Gold and Gospel </strong>). Yang membonceng gerakan ini adalah <strong>kristenisasi</strong>, untuk merubah peta dunia <strong>dari tanda bulan bintang menjadi salib</strong>. Jaringan gerakan kristenisasi di Asia dan Afrika sangat solid, dukungan dana mereka tidak terbatas, tangan-tangan kokoh kekuasaan ikut menaungi, segala macam cara mereka tempuh, missionaries militan mereka sangat banyak tersebar di pelosok-pelosok negri muslim. P<strong>endidikan, Pelayanan kesehatan, politik, ekonomi,</strong> hingga<strong> budaya</strong> menjadi garapan mereka.</p>
<p>Kemajuan Barat dalam peradaban materi, sebagi buah dari kapitalisme dan liberalisme menjadi modal untuk menyeret dunia timur ( Islam ) mengikuti arus peradaban mereka. Gerakan ini disebut dengan <strong>Westernisasi</strong> ( <strong>proses pembaratan</strong> ). Negrei – negeri Kaum Muslimin yang belum sembuh dari luka penjajahan silau melihat kemajuan materi Barat, hanya membebek saja apa yang diinginkan Barat, seperti beo yang hanya mengulang-ulang ucapan tuannya. Westernisasi ini sangat ampuh dengan memanfaatkan <strong>anak-anak Islam sendiri</strong>, gerakan untuk mengusung pola hidup Barat ini disebut <strong><em>al-ghozwul fikri wasstaqofi</em></strong>, ekspansi pemikiran dan peradaban. Sayangnya yang banyak diadopsi oleh umat Islam adalah <strong>hal-hal negatif </strong>berupa perilaku yang jauh dari nilai-nilai moral Islam, bukan hal-hal positif yang menjadi pilar kemajuan mereka.</p>
<p>Yang sangat fatal adalah persepsi bahwa Barat berhasil maju karena menerapkan <strong>Sekularisme</strong> ( <strong>pemisahan agama dengan negara, materi dan ruhani </strong>), dan selanjutnya ingin menerapkan konsep ini pada Islam. Padahal alqiyas ma’al fariq bathil. Menganalogikan Islam dengan Kristen abad pertengahan adalah satu kesalahan fatal. <strong>Sekularisme</strong> memang <strong>lahir </strong>sebagai reaksi atas <strong>dominasi gereja yang berlebihan</strong> dalam bidang kehidupan, tiran, diktator, menentang ilmu pengetaahuan atas nama agama, para pemimpin gereja telah <em>over acting</em> disamping memang ajaran Kristen sendiri telah mengalami banyak pemalsuan.</p>
<p>Setelah terjadi revolusi Perancis masyarakat yang sudah jemu dengan penindasan gereja mendapat angin segar untuk memproklamirkan sekularisme. Ada yang ekstrim sehingga menentang agama habis-habisan dan kemudian menjadi <strong>atheis</strong>, namun ada juga yang masih <strong>moderat</strong>, hanya <strong>membatasi agama</strong> untuk urusan ruhani dan akhirat semata. Orang yang memahami Islam dengan baik tentu tidak akan mempunyai faham sekular, <strong>Islam adalah sistem kehidupan yang universal</strong>, dan sangat identik dengan ilmu penegetahuan, sehingga tidak ada alasan untuk mendhalimi Islam dengan mengasingkannya dari kancah kehidupan.</p>
<p>Oleh: Elvan Syaputra  (Peneliti muda Centre for Islamic and Occidental Studies &#8211; CIOS)<br />
dipublikasikan ulang dan dengan edit seperlunya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akhireza.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akhireza.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akhireza.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akhireza.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/akhireza.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/akhireza.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/akhireza.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/akhireza.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akhireza.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akhireza.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akhireza.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akhireza.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akhireza.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akhireza.wordpress.com/122/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhireza.wordpress.com&amp;blog=7380837&amp;post=122&amp;subd=akhireza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhireza.wordpress.com/2010/06/12/bom-ideologi-islam-vs-atheisme-permisiffisme-demokrasi-zionisme-komunisme-liberalisme-kapitalisme-orientalisme-darwinisme-sekulerisme-postmodern-kolonialisme-westernisasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/54695f72f39c77b2ee9cb85ad345225d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">akhireza</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KEHANCURAN YAHUDI MENURUT AL-QUR&#8217;AN</title>
		<link>http://akhireza.wordpress.com/2010/06/11/kehancuran-yahudi-menurut-al-quran/</link>
		<comments>http://akhireza.wordpress.com/2010/06/11/kehancuran-yahudi-menurut-al-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Jun 2010 08:06:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akhireza</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhireza.wordpress.com/?p=118</guid>
		<description><![CDATA[Wahai putera-putera kera dan babi&#8230;Para pembunuh Rasul Allah dan para Nabi&#8230;Dirikanlah terus dan bangunlah kehancuranmu di tanah muqoddasKau jemput kebinasaanmu dengan hujaman lemparan batu cadasTinggikanlah bangunanmu sesuka hatimuSesungguhnya kehancuranmu akan menimpamuTidak lama lagi waktumu akan tiba untuk meranaDan ketetapan Allah Ta&#8217;ala pastilah terlaksanaUntuk saudara-saudaraku yang terbakar oleh kemarahan karena Allah Ta&#8217;alaMelihat saudara-saudara muslimin yang dibantai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhireza.wordpress.com&amp;blog=7380837&amp;post=118&amp;subd=akhireza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Wahai putera-putera kera dan babi&#8230;<br />Para pembunuh Rasul Allah dan para Nabi&#8230;<br />Dirikanlah terus dan bangunlah kehancuranmu di tanah muqoddas<br />Kau jemput kebinasaanmu dengan hujaman lemparan batu cadas<br />Tinggikanlah bangunanmu sesuka hatimu<br />Sesungguhnya kehancuranmu akan menimpamu<br />Tidak lama lagi waktumu akan tiba untuk merana<br />Dan ketetapan Allah Ta&#8217;ala pastilah terlaksana<br />Untuk saudara-saudaraku yang terbakar oleh kemarahan karena Allah Ta&#8217;ala<br />Melihat saudara-saudara muslimin yang dibantai di bumi Allah Ta&#8217;ala<br />Oleh bangsa keturunan kera dan babi yang dilaknat oleh Alloh<br />Bersabarlah&#8230; karena sesungguhnya kemenangan itu ada di tangan Alloh.<br />Wahai saudara-saudaraku kaum muslimin yang dimuliakan Allah Ta&#8217;ala&#8230;</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Berbesar hatilah, karena Allah Azza wa Jalla berfirman (yang artinya) :</p>
<p>“<em>Dan Telah kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu: &#8220;Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi Ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar&#8221;. Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, kami datangkan kepadamu hamba-hamba kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung-kampung, dan Itulah ketetapan yang pasti terlaksana. Kemudian kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka kembali dan kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar. Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, Maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai. Mudah-mudahan Tuhanmu akan melimpahkan rahmat(Nya) kepadamu; dan sekiranya kamu kembali kepada (kedurhakaan) niscaya kami kembali (mengazabmu) dan kami jadikan neraka Jahannam penjara bagi orang-orang yang tidak beriman</em>.” (QS al-Israa’ : 4-8)</p>
<p>Berkata Syaikhuna Salim bin ‘Ied al-Hilaly Hafizhahullahu wa Nafa’allahu bihi mengenai ayat ini :</p>
<p><strong>Pertama :</strong> Ayat ini menegaskan terjadinya dua kerusakan yang dilakukan oleh Bani Israil. Sekiranya dua kerusakan yang dimaksud sudah terjadi pada masa lampau, maka sejarah telah mencatat bahwa Bani Israil telah berbuat kerusakan berkali-kali, bukan hanya dua kali saja. Akan tetapi yang dimaksudkan di dalam Al-Qur’an ini merupakan puncak kerusakan yang mereka lakukan. Oleh karena itulah Allah Ta&#8217;ala mengirim kepada mereka hamba-hamba-Nya yang akan menimpakan azab yang sangat pedih kepada mereka.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kedua :</strong> Dalam sejarah tidak disebutkan kemenangan kembali Bani Israil atas orang-orang yang menguasai mereka terdahulu. Sedangkan ayat di atas menjelaskan bahwa Bani Israil akan mendapatkan giliran mengalahkan musuh-musuh yang telah menimpakan azab saat mereka berbuat kerusakan yang pertama.</p>
<p style="text-align:justify;">Allah Ta&#8217;ala mengatakan : “<em>Kemudian kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka kembali</em>.”</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-118"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Ketiga :</strong> Sekiranya yang dimaksudkan dengan dua kerusakan itu adalah sesuatu yang telah terjadi, tentulah tidak akan diberitakan dengan lafazh <span style="text-decoration:underline;"><strong><em>idza</em></strong></span>, sebab lafazh tersebut mengandung makna <em>zharfiyah</em> (keterangan waktu) dan <em>syarthiyah </em>(syarat) untuk masa mendatang, bukan masa yang telah lalu. Sekiranya kedua kerusakan itu terjadi di masa lampau, tentulah lafazh yang digunakan adalah lamma bukan idza. Juga kata latufsidunna (Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan), huruf laam dan nuun berfungsi sebagai <em>ta’kid</em> (penegasan) pada masa mendatang.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Keempat : </strong>Demikian pula firman Allah Ta&#8217;ala : “<em>dan Itulah ketetapan yang pasti terlaksana</em>” menunjukkan sesuatu yang terjadi pada masa mendatang. Sebab tidaklah disebut janji kecuali untuk sesuatu yang belum terlaksana.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kelima :</strong> Para penguasa dan bangsa-bangsa yang menaklukan Bani Israil dahulu adalah orang-orang kafir dan penyembah berhala. Namun bukankah Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengatakan dalam ayat di atas : “<em>kami datangkan kepadamu hamba-hamba kami yang mempunyai kekuatan yang besar</em>”. Sifat tersebut mengisyaratkan bahwa mereka itu adalah orang-orang yang beriman, bukan orang-orang musyrik atau penyembah berhala.</p>
<p style="text-align:justify;">Pernyertaan kata “<strong>kami</strong>” dalam kalimat di atas sebagai bentuk <em>tasyrif</em> (penghormatan). Sementara kehormatan dan kemuliaan itu hanyalah milik orang-orang yang beriman.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Keenam :</strong> Dalam aksi pengerusakan kedua yang dilakukan oleh Bani Israil terdapat aksi penghancuran bangunan-bangunan yang menjulang tinggi (gedung pencakar langit). Sejarah tidak<br />menyebutkan bahwa pada zaman dahulu Bani Israil memiliki bangunan-bangunan tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kesimpulan : </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Hakikat dan analisa </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ayat-ayat di atas menegaskan bahwa dua aksi pengerusakan yang dilakukan oleh Bani Israil akan<br />terjadi setelah turunnya surat al-Israa’ di atas.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Realita</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sekarang ini bangsa Yahudi memiliki daulah di Baitul Maqdis. Mereka banyak berbuat kerusakan di muka bumi. Mereka membunuhi kaum wanita, orang tua, anak-anak yang tidak mampu apa-apa dan tidak dapat melarikan diri. Mereka membakar tempat isra’ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam dan merobek-robek kitabullah. Mereka melakukan kejahatan di mana-mana hingga mencapai puncaknya. Mereka menyebarkan kenistaan, kemaksiatan, kehinaan, pertumpahan darah, pelecehan kehormatan kaum muslimin, penyiksaan dan pelanggaran perjanjian.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi, aksi pengerusakan yang kedua sedang berlangsung sekarang dan telah mencapai titik klimaks dan telah mencapai puncaknya. Sebab tidak ada lagi aksi pengerusakan yang lebih keji daripada yang berlangsung sekarang.</p>
<blockquote><p style="text-align:justify;">Adakah aksi yang lebih keji daripada membakar rumah Alloh?<br />Adakah aksi pengerusakan yang lebih jahat daripada merobek-robek kitabullah dan menginjak-injaknya?<br />Adakah aksi pengerusakan yang lebih sadis daripada membunuhi anak-anak, orang tua dan kaum wanita serta mematahkan tulang mereka dengan bebatuan?<br />Adakah aksi pengerusakan yang lebih besar daripada pernyataan perang secara terang-terangan siang dan malam melawan Islam dan para juru dakwahnya?<br />Sungguh demi Alloh, itu semua merupakan aksi pengerusakan yang tiada tara!!!</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Lalu Allah Azza wa Jalla melanjutkan firman-Nya : “<em>dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai</em>”. Artinya, hamba-hamba Allah Ta&#8217;ala kelak akan meruntuhkan apa saja yang dibangun dan dikuasai oleh bangsa Yahudi. Mereka akan menggoyang benteng Yahudi dan meluluhlantakkan serta meratakannya dengan tanah.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebelumnya, tidak pernah disaksikan bangunan-bangunan menjulang tinggi di tanah Palestina kecuali pada masa kekuasaan Zionis sekarang ini. Gedung-gedung pencakar langit dan rumah-rumah pemukiman dibangun di setiap jengkal tanah Palestina yang diberkahi.</p>
<p style="text-align:justify;">Kami katakan kepada mereka : Dirikanlah terus wahai anak keturunan Zionis, tinggikan bangunan sesukamu! Sesungguhnya kehancuran kalian di situ dengan izin Allah. Dan tak lama lagi kalian akan luluh lantah dan tertimpa bangunan kalian itu! Dan Allah Ta&#8217;ala takkan memungkiri janjinya : “<em>dan Itulah ketetapan yang pasti terlaksana</em>”.</p>
<p style="text-align:justify;">Penguasaan Masjidil Aqsha tidak disebutkan pada kali yang pertama dan disebutkan pada kali yang kedua. Sebab penguasaan Masjidil Aqsha oleh kaum muslimin akan berakhir. Kalaulah belum berakhir berarti penguasaan yang kedua merupakan lanjutan dari yang pertama. Akan tetapi berhubung penguasaan Masjidil Aqsha yang pertama akan berakhir, maka penguasaan untuk yang kedua kalinya merupakan peristiwa baru. Dan itulah realita yang terjadi!</p>
<p style="text-align:justify;">Penguasaan pertama telah berakhir sesudah bangsa Yahudi menguasai al-Quds serta beberapa wilayah tanah Palestina lainnya dalam satu serangan yang sangat sporadis pada tahun 1967, orang-orang menyebutnya tahun kekalahan. Sebelumnya pada tahun 1948 mereka sebut dengan tahun kemalangan.</p>
<p style="text-align:justify;">Penguasaan yang pertama berakhir disebutkan karena adanya faktor penghalang yang menghalangi kaum muslimin untuk menguasainya. Penghalang itu merupakan musuh bagi Islam dan kaum muslimin. Dan cukuplah Yahudi sebagai musuh bebuyutan yang sangat menentang Islam, kaum muslimin dan para pembela Islam.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka kita harus membebaskan tanah kita yang dirampas dan membuat perhitungan dengan mereka serta menyalakan api kebencian terhadap mereka!!! Sudah tergambar pada wajah mereka<br />tanda-tanda kemalangan dan kehinaan. Kaum muslimin akan kembali menguasai Masjidil Aqsha –<em>insya Allah</em>- sebagaimana kaum <em>salafus shalih</em> menguasainya pertama kali. Sebab kehancuran kedua yang telah dijanjikan oleh Alloh dalam firman-Nya : “<em>dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam masjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama</em>”.</p>
<p style="text-align:justify;">Kita sedang menanti peristiwa itu sebagai kebenaran janji Allah Ta&#8217;ala dan kebenaran berita-berita Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam. Pada hari itu kaum muslimin bergembira dengan pertolongan dari Allah Azza wa Jalla.</p>
<p>Allahu Akbar&#8230; Allahu Akbar&#8230; Allahu Akbar.</p>
<p style="text-align:left;">source :</p>
<p style="text-align:left;">http://majelisal-hidayah.blogspot.com/2009/01/kehancuran-yahudi-menurut-al-quran.html<br />diposting Senin, 05 Januari 2009 oleh Abu Abdillah Ryo bin &#8216;Amr dengan edit seperlunya</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akhireza.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akhireza.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akhireza.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akhireza.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/akhireza.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/akhireza.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/akhireza.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/akhireza.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akhireza.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akhireza.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akhireza.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akhireza.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akhireza.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akhireza.wordpress.com/118/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhireza.wordpress.com&amp;blog=7380837&amp;post=118&amp;subd=akhireza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhireza.wordpress.com/2010/06/11/kehancuran-yahudi-menurut-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/54695f72f39c77b2ee9cb85ad345225d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">akhireza</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Inilah Islam : kaum muslimin tidak balik menghina Tuhan maupun Nabi agama lain</title>
		<link>http://akhireza.wordpress.com/2010/06/10/inilah-islam-kaum-muslimin-tidak-balik-menghina-tuhan-maupun-nabi-agama-lain/</link>
		<comments>http://akhireza.wordpress.com/2010/06/10/inilah-islam-kaum-muslimin-tidak-balik-menghina-tuhan-maupun-nabi-agama-lain/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Jun 2010 03:15:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akhireza</dc:creator>
				<category><![CDATA[Demokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[kebenaran]]></category>
		<category><![CDATA[partai dakwah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhireza.wordpress.com/?p=108</guid>
		<description><![CDATA[Dalam beberapa tahun belakang ini, serentetan pelecehan terhadap Nabi Muhammad SAW terus meningkat. Dari aksi kurang ajarnya media cetak Jyllandz Posten (Denmark) tahun 2005 yang memuat dua belas gambar karikatur Nabi Muhammad SAW, aksi pelecehan serupa lainnya dilakukan di media elektronik seperti forum diskusi di indonesia.faithfreedom.org, jejaring sosial facebook, maupun secara pesonal di blog-blog gratis. Aksi tersebut ratusan ribu dibelantara internet. Berita terakhir, ada lomba kartun Nabi dimuat di Facebook. MasyaAllah. Pun tak kalah ramainya juga di forum-forum terbuka yang digagas oleh perorangan maupun kelompok yang benci terhadap dengan Nabi Muhammad SAW.

Sudah sewajarnya, aksi tersebut menuai kecaman. Bahkan percobaan pembunuhan terhadap orang yang melecehkan dilakukan, lantaran tak ada hukuman atas nama seni dan kebebasan berekpresi. Demikian pola orang Barat mengadili dan menilainya. Meski demikian baik aksi protes mengecam dan percobaan pembunuhan sebagai bentuk menegakkan keadilan tidak membuat kaum muslimin balik menghina Tuhan maupun Nabi agama lain. Karena kaum muslimin tahu bahwa Allah Ta'ala berfirman : "Dan janganlah kamu menghina sesembahan-sesembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan menghina Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan ..." (QS. Al-An‘am [06]:108).<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhireza.wordpress.com&amp;blog=7380837&amp;post=108&amp;subd=akhireza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Dalam beberapa tahun belakang ini, serentetan pelecehan terhadap Nabi Muhammad SAW terus meningkat. Dari aksi kurang ajarnya media cetak Jyllandz Posten (Denmark) tahun 2005 yang memuat dua belas gambar karikatur Nabi Muhammad SAW, aksi pelecehan serupa lainnya dilakukan di media elektronik seperti forum diskusi di indonesia.faithfreedom.org, jejaring sosial facebook, maupun secara pesonal di blog-blog gratis. Aksi tersebut ratusan ribu dibelantara internet. Berita terakhir, ada lomba kartun Nabi dimuat di Facebook. MasyaAllah. Pun tak kalah ramainya juga di forum-forum terbuka yang digagas oleh perorangan maupun kelompok yang benci terhadap dengan Nabi Muhammad SAW.</p>
<p>Sudah sewajarnya, aksi tersebut menuai kecaman. Bahkan percobaan pembunuhan terhadap orang yang melecehkan dilakukan, lantaran tak ada hukuman atas nama seni dan kebebasan berekpresi. Demikian pola orang Barat mengadili dan menilainya. Meski demikian baik aksi protes mengecam dan percobaan pembunuhan sebagai bentuk menegakkan keadilan tidak membuat kaum muslimin balik menghina Tuhan maupun Nabi agama lain. Karena kaum muslimin tahu bahwa Allah Ta&#8217;ala berfirman : &#8220;Dan janganlah kamu menghina sesembahan-sesembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan menghina Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan &#8230;&#8221; (QS. Al-An‘am [06]:108).</p>
<p><span id="more-108"></span>Inilah salah satu sebab yang membuat orang-orang dahulu yang tidak mengenal Islam di Eropa menjadi tertarik untuk mempelajarinya. Dan tak sedikit dari peristiwa-peristiwa diatas, banyak yang menjadi muallaf lagi taat. Tentu saja semuanya dalam kehendak Allah. Gelombang banyaknya muallaf di Barat baik Eropa maupun Amerika, ternyata membuat gerah sistem pemerintahan kafir yang ada di dua benua itu. Hal ini sejalan dengan sunnatullah yang berlaku sampai hari akhir nanti, sebagaimana Firman Allah Ta&#8217;ala : “Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah merasa puas/ridha kepada kalian sampai kalian mau mengikuti millah (ajaran agama) mereka.” (QS. Al-Baqarah [2]: 120).</p>
<p>Salah satu yang peristiwa tragis yang menimpa kaum muslimin yang mulai tumbuh pesat di Eropa, Geert Wilders, Politikus Anggota Parlemen Belanda tahun 2008 membuat film pendek berjudul Fitna, berisi pandangannya tentang Islam dan Al-Qur&#8217;an. Tentu saja isinya bukan kabar gembira, tetapi pelecahan. Selang dua tahun kemudian, tahun ini 2010 negara-negara Eropa berlomba untuk mengadakan undang-undang pelarangan niqab dan burqa di negaranya, dan menganggap perbuatan memakai busana muslimah tersebut sebagai bentuk gangguan umum dan kriminal. MasyaAllah. Tak hanya Belgia pesertanya,  Perancis, Jerman, Italia juga sama langkahnya dalam proses pelarangan ini. Hari ini mereka melarang niqab dan burqa, suatu saat nantinya jilbab pun akan dilarang, juga orang yang akan beragama Islam.</p>
<p>Inilah bentuk apresiasi dari pemerintahan sistem musyrik demokrasi, yang dilahirkan 2.500 tahun yang lalu di Yunani dengan kata menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia, dan cinta kedamaian. Ternyata berbanding terbalik dengan apa yang disuarakannya. Kini yang tampak adalah permukaan dari inti yang akan diangkat oleh sistem yang mereka namakan &#8216;demokrasi&#8217;, tak lain yakni permusuhan dengan Islam. Yang mengejutkan sistem bernegara Indonesia, penduduknya mayoritas beragama Islam, dan jumlahnya 13% dari seluruh penduduk muslim seluruh dunia memakai sistem bernegara demokrasi dengan taat sejak awal kemerdekaannya 1945 sampai pemerintahan hari ini.</p>
<p>Bagaimana hal tersebut bisa terjadi? Sedangkan sistem negara demokrasi digunakan musuh untuk menghancuran Islam? Bukan memilih sistem Islam yang datang sebagai bentuk pembebasan terhadap kebodohan dan kejahatan? Hal ini dikarenakan, karena mereka tidak mempelajari dan mempraktikkan dengan sungguh-sungguh ajaran Islam. Pun jika ditandai dengan banyaknya masjid dan politikus beragama Islam masuk kedalam parlemen yang dibawa bukan sistem Islam, tetapi sistem buatan musuhnya (demokrasi). Lalu untuk apa bangunan masjid yang megah sedang tidak diisi oleh jama&#8217;ahnya? Dan untuk apa memilih partai (yang berlabel Islam sekalipun) jika hanya menegakkan tiang-tiang sistem musuhnya dan merobohkan sendiri sendi-sendi Islam dalam kehidupannya. Firman Allah : “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka &#8230;” (QS. Ar-radu [13]: 11).</p>
<p>Jika kita sekalian orang yang mengaku beriman kepada Allah dan RasulNya tidak mau mengadakan perubahan karena putus asanya masyarakat, ketidakpedulian kaum Muslim terhadap kondisi mereka sendiri, sebagian malah bersikap munafik, bahkan murtad dan bergabung menjadi sekutu orang-orang zhalim dan negara-negara kafir, serta rela hidup terhina di bawah dominasi kekuatan negara-negara kafir, maka Allah Ta&#8217;ala akan mendatangkan (mengganti generasi sebelumnya dengan) generasi mukmin yang keimanannya kepada Allah sangat kuat, cintanya kepada Allah melebihi kecintaannya terhadap apa pun di dunia, yang ketaatan dan perjuangannya untuk menegakkan kalimat Allah di muka bumi tidak akan pernah tergetarkan oleh tekanan dan serangan orang-orang yang memusuhi mereka.</p>
<p>Allah Ta&#8217;ala berfirman: Hai orang-orang yang beriman, siapa saja diantara kalian murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah cintai dan mereka pun mencintai-Nya; yang bersikap lembut terhadap orang mukmin dan keras terhadap orang-orang kafir; yang berjihad di jalan Allah; dan yang tidak takut terhadap celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah yang diberikan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha tahu. (QS. Al-Maidah [5]: 54)</p>
<p>Sedangkan kita kaum muslimin dijanjikan oleh Allah Ta&#8217;ala atas kemenangan Islam diatas segala sistem, pemikiran dan ideologi yang menandingi, menantang, dan menentang Islam. Yang berarti Allah akan memenangkan Islam dari sistem produk manusia seperti liberalisme, kapitalisme, sosialisme-komunisme, maupun ideologi-ideologi lainnya. Firman-Nya: &#8220;Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar, agar dimenangkannya atas semua agama. Cukuplah Allah sebagai saksi.&#8221; (QS. Al-Fath [48]: 28).</p>
<p>Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh diantara kalian, bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa. Sungguh, Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan Aku dengan sesuatu (apa)pun. Siapa saja yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik. (QS. An-Nur [24]: 55)</p>
<p>Kalau sudah demikian apa yang akan kita lakukan? Tetap menentang Allah dengan jalan mengikuti, memanfaatkan, memakai sistem / ideologi / pemahaman / pemikiran hasil produk mereka, atau beriman dan memilih jalan yang diridhai Allah yakni Islam? Firman Allah Ta&#8217;ala :  &#8220;Allah menyediakan bagi mereka azab yang keras, maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang yang mempunyai akal; (yaitu) orang-orang yang beriman. Sesungguhnya Allah telah menurunkan peringatan kepadamu.&#8221; (QS Ath Thalaq: 10).</p>
<p>Firman Allah Ta&#8217;ala : &#8220;Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tidak akan mendapatkan seorang wali yang dapat memberi petunjuk kepadanya.&#8221; (QS. Al Kahfi: 17).</p>
<p>Firman Allah Ta&#8217;ala : &#8220;Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan ataspenglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?&#8221; (QS. Al Jaatsiyah: 23).</p>
<p>Semoga kita menjadi orang beriman, yang diberi petunjuk, tidak terhijab oleh hawa nafsu, dan menjadi orang bertakwa lagi berAKAL. Amien. (—akhireza)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akhireza.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akhireza.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akhireza.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akhireza.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/akhireza.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/akhireza.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/akhireza.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/akhireza.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akhireza.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akhireza.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akhireza.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akhireza.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akhireza.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akhireza.wordpress.com/108/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhireza.wordpress.com&amp;blog=7380837&amp;post=108&amp;subd=akhireza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhireza.wordpress.com/2010/06/10/inilah-islam-kaum-muslimin-tidak-balik-menghina-tuhan-maupun-nabi-agama-lain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/54695f72f39c77b2ee9cb85ad345225d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">akhireza</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengapa Dia Tidak Memakai Jilbab?</title>
		<link>http://akhireza.wordpress.com/2009/05/26/mengapa-dia-tidak-memakai-jilbab/</link>
		<comments>http://akhireza.wordpress.com/2009/05/26/mengapa-dia-tidak-memakai-jilbab/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 May 2009 01:58:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akhireza</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wanita]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[jilbab]]></category>
		<category><![CDATA[kebenaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhireza.wordpress.com/?p=99</guid>
		<description><![CDATA[Untuk kita renungkan…Artikel ini bercerita tentang percakapan antara dua orang muslimah. “Aku sangat lelah.” “Lelah kenapa?” “Semua orang menghakimiku.” “Siapa yang menghakimimu?” “Wanita itu, setiap kali aku duduk dengannya, dia selalu menyuruhku pakai jilbab.” “Oh, jilbab dan musik! Induk segala topik!” “Yeah! Aku dengerin musik dan ga pake jilbab…haha!” “Mungkin dia hanya ingin menasihatimu.” “Aku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhireza.wordpress.com&amp;blog=7380837&amp;post=99&amp;subd=akhireza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk kita renungkan…Artikel ini bercerita tentang percakapan antara dua orang muslimah.</p>
<p>“Aku sangat lelah.”</p>
<p>“Lelah kenapa?”</p>
<p>“Semua orang menghakimiku.”</p>
<p>“Siapa yang menghakimimu?”</p>
<p>“Wanita itu, setiap kali aku duduk dengannya, dia selalu menyuruhku pakai jilbab.” “Oh, jilbab dan musik! Induk segala topik!” “Yeah! Aku dengerin musik dan ga pake jilbab…haha!”</p>
<p>“Mungkin dia hanya ingin menasihatimu.”</p>
<p>“Aku ga perlu nasihatnya. Aku tahu agamaku. Tidak bisakah ia memikirkan urusannya sendiri?”</p>
<p>“Mungkin kamu salah paham. Ia hanya ingin berbuat baik padamu.”</p>
<p>“Jangan campuri urusanku, itu baru kebaikan…”</p>
<p>“Tapi itu tugasnya untuk mendorongmu melakukan kebaikan.”</p>
<p>“Percayalah. Itu bukan dorongan. Btw, apa yang kamu maksud dengan ‘kebaikan’?”</p>
<p>“Well, pakai jilbab, aku rasa itu baik.”</p>
<p>“Kata siapa?”</p>
<p>“Bukankah itu ada dalam Al-Qur’an?”</p>
<p>“Iya sih. Dia mengutip beberapa ayat.”</p>
<p>“Dia mengutip Surat An-Nur, dan ayat lain dalam Al-Qur’an.”</p>
<p>“Iya. Tapi itu kan bukan dosa besar. Membantu sesama dan shalat kan lebih utama.”</p>
<p>“Benar. Tapi sesuatu yang besar dimulai dengan hal-hal kecil.”</p>
<p>“Poin yang bagus, tapi apa yang kamu pakai tidak terlalu penting. Yang penting hati kita baik.”</p>
<p><strong>“Apa yang kamu pakai tidak terlalu penting?”</strong></p>
<p><strong><span id="more-99"></span><br />
</strong></p>
<p>“Yup.”</p>
<p><strong>“Lalu, mengapa kamu menghabiskan waktu berjam-jam setiap hari untuk berdandan?”</strong></p>
<p>“Apa maksudmu?”</p>
<p>“Kamu menghabiskan uang untuk kosmetik, belum lagi untuk merawat rambut, dan diet.”</p>
<p>“So?”</p>
<p><strong>“Jadi, penampilan PENTING bagimu.”</strong></p>
<p><strong>“Bukan begitu. Maksudku, pakai jilbab bukanlah perkara penting dalam agama ini.”</strong></p>
<p>“Jika ngga penting, lalu mengapa disebutkan dalam Al-Qur’an?</p>
<p>“Kamu tahu, aku ngga bisa mengikuti semua yang ada dalam Al-Qur’an.”</p>
<p>“Apakah kamu kira Allah memberikan perintah, kemudian kamu langgar, dan itu ngga’ masalah?”</p>
<p><strong>“Ya. Tuhan kan Maha Pengampun…”</strong></p>
<p><strong>“Tuhan mengampuni orang yang bertaubat dan tidak mengulangi kesalahannya.”</strong></p>
<p>“Kata siapa?”</p>
<p>“Kata kitab yang sama yang juga menyuruhmu untuk memakai jilbab.”</p>
<p>“Tapi aku ngga suka jilbab, ia membatasi kebebasanku”</p>
<p><strong>“Apakah lotions, lipstick, mascara, dan kosmetik lainnya membuatmu bebas!? Terus, apa yang kau maksud dengan kebebasan?”</strong></p>
<p>“Kebebasan adalah melakukan apapun yang kamu mau.”</p>
<p><strong>“Bukan. Kebebasan adalah melakukan hal-hal yang benar, bukannya melakukan apapun yang kita inginkan.”</strong></p>
<p><strong>“Ingat! Aku telah melihat banyak wanita yang tidak memakai jilbab dan mereka orang yang baik, sebaliknya aku juga melihat banyak wanita yang pakai jilbab, tapi tingkah laku mereka buruk.”</strong></p>
<p>“So what? Jika ada orang yang baik padamu tapi ia alkoholik. Apakah kita semua harus jadi alkoholik? Kamu telah membuat pernyataan bodoh.”</p>
<p><strong>“Aku ngga ingin jadi ekstrimis atau seorang fanatik. Aku menikmati diriku tanpa jilbab.”</strong></p>
<p>“Berarti kamu fanatik sekuler. Ekstrimis dalam melanggar aturan Allah.”</p>
<p>“Jangan begitu. Jika aku pakai jilbab, lalu siapa yang mau menikah denganku?”</p>
<p>“Apakah semua orang yang pakai jilbab tidak pernah menikah?”</p>
<p>“OK! Bagaimana jika aku menikah lalu suamiku tidak menyukai aku pakai jilbab, dan menyuruhku melepaskannya?”</p>
<p>“Bagaimana jika suamimu mengajakmu merampok bank?”</p>
<p>“Itu ngga relevan, merampok adalah perbuatan kriminal.”</p>
<p>“Melanggar aturan Allah bukan perbuatan kriminal?”</p>
<p>“OK, lalu siapa yang akan menerimaku kerja?”</p>
<p>“Perusahaan yang mampu menghargai orang lain.”</p>
<p>“Mengapa kamu mereduksi nilai agama hanya pada sepotong pakaian saja?”</p>
<p>“Mengapa kamu mereduksi nilai kewanitaan hanya pada high heel dan warna lipstik saja?”</p>
<p>“Kamu belum menjawab pertanyaanku.”</p>
<p>“Ya. Hijab tidak sekedar sepotong pakaian. Ini adalah tentang mematuhi aturan Allah di lingkungan yang sulit. Ini adalah tentang keberanian, keyakinan dalam beramal, dan nilai kewanitaan yang sejati. Tapi baju lengan pendekmu, celana ketat…”</p>
<p>“Itu disebut ‘fashion’, apakah kamu tinggal di gua atau dimana? Dan perlu kamu ketahui, jilbab ditemukan oleh lelaki yang ingin mengontrol wanita.”</p>
<p>“Benarkah? Aku ga tahu lelaki bisa mengontrol wanita dengan hijab.”</p>
<p>“Ya. Itulah maksudku.”</p>
<p><strong>“Bagaimana tentang wanita yang menentang suaminya, untuk memakai hijab? Dan wanita di Prancis yang dipaksa oleh suaminya untuk melepas hijab? Apa yang akan kamu katakan tentang hal itu?”</strong></p>
<p>“Well, itu beda.”</p>
<p>“Apa bedanya? Wanita yang ingin memakai jilbab, bukankah ia juga wanita?”</p>
<p>“Benar, tapi…”</p>
<p>“Tapi fashion yang dirancang dan dipromosikan oleh sebagian besar perusahaan lelaki, membuatmu bebas? Lelaki tersebut tidak punya kontrol saat mengeksploitir wanita dan memanfaatkan mereka sebagai komoditi?! Kamu bercanda!”</p>
<p>“Tunggu, biarkan aku menyelesaikan perkataanku, aku tadi mengatakan…”</p>
<p>“Mengatakan apa? Kamu kira lelaki mengontrol wanita dengan jilbab?”</p>
<p>“Ya.”</p>
<p>“Bagaimana caranya?”</p>
<p>“Dengan memerintahkan wanita tentang apa yang mesti dipakai dan bagaimana cara memakainya”</p>
<p><strong>“Bukankah TV, majalah, dan film mengarahkanmu apa yang mesti kamu pakai, dan bagaimana agar tampil “menarik”?</strong></p>
<p>“Tentu saja, itu fashion.”</p>
<p><strong>“Bukankah itu kontrol? Memaksamu untuk memakai apa yang mereka inginkan untuk kau pakai?”</strong></p>
<p>[diam]</p>
<p>“Tidak hanya mengontrolmu, tapi juga mengontrol pasar.”</p>
<p>“Apa maksudmu?”</p>
<p><strong>“Maksudku, kamu diarahkan untuk nampak langsing sebagaimana halnya wanita di cover majalah, oleh pria yang merancang dan menjual produk di majalah tersebut.”</strong></p>
<p>“Aku ngga paham. Apa yang harus dilakukan oleh jilbab dengan produk tersebut?”</p>
<p><strong>“Banyak yang bisa dilakukannya berkaitan dengan produk tersebut. Tidakkah kamu tahu? Jilbab adalah ancaman bagi konsumerisme, bagi wanita yang menghabiskan jutaan dollar agar nampak langsing dan hidup dengan standar fashion yang didesain oleh pria…dan kemudian Islam membuang semua hal yang ngga masuk akal tadi dan fokus pada jiwamu, bukan pada penampilanmu, dan untuk tidak terlalu khawatir dengan apa yang dipikirkan pria tentang penampilanmu.”</strong></p>
<p>“Bukankah jilbab juga sebuah produk?”</p>
<p><strong>“Ya. Ia adalah produk yang membuatmu terbebas dari dominasi pria soal apa yang harus kamu pakai.”</strong></p>
<p>“Jangan menggurui aku lagi! AKU NGGA AKAN PAKAI JILBAB! Itu kuno dan sangat tidak cocok dengan lingkungan di sini…Selain itu, aku juga baru 20 tahun dan terlalu muda untuk memakai jilbab!”</p>
<p>“OK. Katakan itu pada Tuhanmu, ketika kamu menghadap-Nya di Hari Pengadilan!”</p>
<p>“OK!”</p>
<p>“OK!”</p>
<p>[diam]</p>
<p>“Diamlah dan aku ngga ingin mendengar lagi tentang jilbab, hijab, atau apalah namanya!”</p>
<p>[diam]</p>
<p>Dia menghadap cermin, lelah berdebat dengan hati nuraninya sendiri sepanjang waktu. Cukup sukses, dia membungkam suara di kepalanya, dengan kemenangan pendapat yang diterima oleh lingkungan sekitar—tapi menolak keyakinan. “Ya!”—pada rambut yang bergelombang—”Tidak!”—pada jilbab.”</p>
<p>Dan Sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.(Asy-Syams: 10)  Subhanallah….!!!!</p>
<p><strong>“Tetapi kamu memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.” (Al A’la: 16-17)</strong></p>
<p>“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.” (Ali Imran: 110)</p>
<p><strong>Saya tahu bahwa sebagian besar wanita akan berargumen bahwa wanita yang memakai jilbab, sebagian dari mereka tidak memakainya dengan semestinya dan masih pakai make up atau apalah itu.</strong></p>
<p>Karena mungkin mudah untuk pakai jilbab, tapi ada etika yang harus dipenuhi dalam pemakaiannya, sebagaimana hal lainnya dalam Islam.  Satu hal yang seringkali menjadi alasan untuk tidak memakai jilbab adalah adanya anggapan miring terhadap pemakaian jilbab.</p>
<p><strong>Katanya, biar tidak berjilbab, yang penting sudah memakai jilbab hati, yaitu berhati baik dan berakhlak terpuji. Daripada berjilbab tapi perilakunya buruk. Anggapan ini perlu diluruskan.</strong></p>
<p>Jilbab hati sesungguhnya tidak ada, yang ada jilbab dipakai untuk menutup aurat. Biar hatinya baik kalau aurat terbuka, ia masih berdosa besar. Alangkah anggunnya bila wanita yang baik hatinya sekaligus berjilbab.</p>
<p><strong>Kita akui, memang tidak sedikit wanita berjilbab tetapi masih berperilaku amoral. Tapi perlu diingat, bahwa jilbab bukan simbol, tapi identitas dan tuntutan agama.</strong></p>
<p>Ada pun hati (qalbu) memang perlu dimanage lebih baik agar melahirkan perilaku terpuji, dan ini memerlukan waktu lama. Itu mungkin bukan argumen yang kuat. Tapi jika seseorang mulai memakai jilbab, maka ia harus memakainya dengan tujuan mencari ridha Allah.</p>
<p>Dan itu membutuhkan banyak pengorbanan di zaman sekarang ini. Saya ngga mengatakan bahwa saya lebih tahu dari pada Anda atau yang lain, tapi ini sekedar sesuatu yang ingin saya bagi, sebagai saudara seiman. Saya ngga punya hak untuk menghakimi orang lain,</p>
<p>“Oh…kamu salah!”</p>
<p>Tidak. Karena saya sendiri pun mungkin banyak kesalahan. Semoga Allah memudahkan urusan kita. Wallahu’alam.</p>
<p>(Thank&#8217;s for my corporate friend Ishakuniki to translate this article for good life indonesian moslemah.)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akhireza.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akhireza.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akhireza.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akhireza.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/akhireza.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/akhireza.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/akhireza.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/akhireza.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akhireza.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akhireza.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akhireza.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akhireza.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akhireza.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akhireza.wordpress.com/99/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhireza.wordpress.com&amp;blog=7380837&amp;post=99&amp;subd=akhireza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhireza.wordpress.com/2009/05/26/mengapa-dia-tidak-memakai-jilbab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/54695f72f39c77b2ee9cb85ad345225d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">akhireza</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kebenaran itu&#8230; (1)</title>
		<link>http://akhireza.wordpress.com/2009/04/25/kebenaran-itu-1/</link>
		<comments>http://akhireza.wordpress.com/2009/04/25/kebenaran-itu-1/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Apr 2009 09:44:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akhireza</dc:creator>
				<category><![CDATA[Demokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[halaqah]]></category>
		<category><![CDATA[kafir]]></category>
		<category><![CDATA[kebenaran]]></category>
		<category><![CDATA[murabbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhireza.wordpress.com/?p=94</guid>
		<description><![CDATA[kebenaran itu begitu dekat, tetapi kita menjauhi dan membencinya&#8230; karena kebenaran itu tak nyaman dan bertolak dengan kecenderungan manusia&#8230; hawa nafsu&#8230; hawa nafsu itu konon iblis&#8230; sedang yang tak bernafsu ia malaikat&#8230; manusia dilengkapi hawa nafsu, jika dapat mengendalikan&#8230; ia lebih dari malaikat dan disebut-sebut selalu oleh Allah disisiNya sebagai hamba yang terbaik&#8230; tetapi jika [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhireza.wordpress.com&amp;blog=7380837&amp;post=94&amp;subd=akhireza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>kebenaran itu begitu dekat, tetapi kita menjauhi dan membencinya&#8230;<br />
karena kebenaran itu tak nyaman dan bertolak dengan kecenderungan manusia&#8230;<br />
hawa nafsu&#8230;</p>
<p>hawa nafsu itu konon iblis&#8230;<br />
sedang yang tak bernafsu ia malaikat&#8230;<br />
manusia dilengkapi hawa nafsu, jika dapat mengendalikan&#8230;<br />
ia lebih dari malaikat dan disebut-sebut selalu oleh Allah disisiNya<br />
sebagai hamba yang terbaik&#8230;<br />
tetapi jika ia menuruti hawa nafsu&#8230;<br />
ia tak lebih baik dari seekor hewan ternak&#8230;</p></blockquote>
<p>Setiap manusia didunia ini melakukan segala macam perbuatan itu <strong>pasti merasa benar</strong>. Tidak ada manusia itu yang melakukan segala macam perbuatan merasa tidak benar. Tetapi apakah perasaan setiap manusia yang mengaku bahwa dia melakukan perbuatan itu <strong>telah benar seluruhnya atau tidak?</strong></p>
<p>Yang terpenting bukan perasaan benar atau sekedar merasa bahwa aku telah berbuat benar. <strong>Yang terpenting adalah ukuran apa atau dasar apa</strong> yang menjadikan manusia itu melakukan perbuatan sehingga dia merasa benar.</p>
<p>Secara garis besar ukuran kebenaran itu sendiri hanya ada dua:<br />
1. Mengukur kebenaran dengan wahyu (petunjuk) Allah.<br />
2. Mengukur kebenaran dengan kesesatan hawa nafsu.</p>
<p>Seiring dengan perjalanan hidup manusia dari lahir sampai ia menjemput kematian, kebanyakan manusia itu mengukur kebenaran dengan hawa nafsu. Bukan dengan dengan ukuran petunjuk yang lurus yaitu wahyu Allah. <em>Aktsaarunnaas laa ya&#8217;lamuun</em> (kebanyakan manusia itu tidak mengetahui), <em>Aktsaarunnaas laa yu&#8217;minuun</em> (kebanyakan manusia itu tidak beriman), <em>Aktsaarunnaas</em><em> laa yaskuruun</em> (kebanyakan manusia itu tidak bersyukur), <em>Aktsaarukum lil haqqi kaarihuun </em>(kebanyakan kebenaran itu kepada kebenaran membenci).</p>
<p>Kata Nabi Yusuf as : &#8220;<em>wamaa ubariunnafsi laammaartun bisyuu&#8217;i illaa maa rahima rabbii</em>&#8220;, yang artinya &#8220;aku tidak membebaskan diriku bersih dari kesalahan, karena diriku selalu memerintahkan (cenderung) kepada kejahatan. Kecuali apa-apa yang diberi rahmat oleh Tuhanku (Allah).&#8221;</p>
<p>eh&#8230; ada lanjutannya prends, kapan2 akhireza sambung^^ saatnya mandi sore&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akhireza.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akhireza.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akhireza.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akhireza.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/akhireza.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/akhireza.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/akhireza.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/akhireza.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akhireza.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akhireza.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akhireza.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akhireza.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akhireza.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akhireza.wordpress.com/94/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhireza.wordpress.com&amp;blog=7380837&amp;post=94&amp;subd=akhireza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhireza.wordpress.com/2009/04/25/kebenaran-itu-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/54695f72f39c77b2ee9cb85ad345225d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">akhireza</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>hubungan partai dan dakwah (2)</title>
		<link>http://akhireza.wordpress.com/2009/04/21/hubungan-partai-dan-dakwah-2/</link>
		<comments>http://akhireza.wordpress.com/2009/04/21/hubungan-partai-dan-dakwah-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Apr 2009 02:32:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akhireza</dc:creator>
				<category><![CDATA[Demokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[halaqah]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[kafir]]></category>
		<category><![CDATA[murabbi]]></category>
		<category><![CDATA[ormas]]></category>
		<category><![CDATA[partai dakwah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhireza.wordpress.com/?p=87</guid>
		<description><![CDATA[ada tradisi yang baik dikeluarga saya. bapak dan ibu mempunyai komunitas kajian sendiri. ikut ormas islam berlambang matahari. jauh sebelumnya mengikut ormas islam yang fanatik, berlambang bumi bertali. sejak berpindah ke solo beliau berdua pindah ke ormas lain. tentu berpindahnya tidak secara spontan langsung ganti ormas, atau pengin sesuatu hal yang baru. tentu tidak seperti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhireza.wordpress.com&amp;blog=7380837&amp;post=87&amp;subd=akhireza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-92" style="border:0 none #000000;margin:2px 4px;" title="mboten-tumut" src="http://akhireza.files.wordpress.com/2009/04/mboten-tumut.gif?w=108&#038;h=150" alt="mboten-tumut" width="108" height="150" />ada tradisi yang baik dikeluarga saya. bapak dan ibu mempunyai komunitas kajian sendiri. ikut ormas islam berlambang matahari. jauh sebelumnya mengikut ormas islam yang fanatik, berlambang bumi bertali. sejak berpindah ke solo beliau berdua pindah ke ormas lain. tentu berpindahnya tidak secara spontan langsung ganti ormas, atau pengin sesuatu hal yang baru. tentu tidak seperti itu. dan tidak juga seperti seorang politikus kutu loncat, berpindah dari satu partai ke partai lain untuk hal yang lebih menjanjikan, apalagi kalau bukan <strong>materi dunia</strong>. kalaupun ada yang mengatakan untuk kepentingan bangsa, negara, rakyat, apapun lah namanya. saya tidak yakin sama sekali. kedok, demikian saya melabelinya. mereka ingin dipilih rakyat. sedang rakyat tak tahu mengapa ia harus dipilih. maka keluarlah sumpah, janji, kontrak politik, sebar sembako, bakti sosial, pengobatan gratis, hadiah, jilbab, bahkan ada juga yang &#8216;menyumbang&#8217; Quran &#8216;cuma-cuma&#8217;. (hehe.. karena dahulu saya juga pernah berpartisipasi seperti itu, demi partai saudara! duuh&#8230; naifnya). beliau berdua memakai proses perbandingan kedua ormas islam tersebut.</p>
<p>kedua orang tua saya walaupun bapak mengenyam pendidikan tamat SMA, dan ibu hanya tamat SD. tetapi beliau berdua tahu, bahwa kebenaran Qur&#8217;an dan Sunnah merupakan hal terpenting bagi keberlangsungan hidup menuju kehidupan sebenarnya. adik remaja masjid yang gaul anak muda, dan dua adek kembar saya masih dibangku kelas 5 SD, beraktifitas di TPA sebagai guru magang. sedang saya pribadi sudah mau menginjak umur 25 tahun (eh belum nikah juga, rezekinya belum datang! saya menghibur diri), sebagai petualang halaqah. beberapa halaqah saya kurang sreg, meski saya mengagumi salah satunya menambat hati saya karena kesolidan, dan amalan harian yang terabsen dengan baik. tetapi sayangnya ada embel-embel demokrasi dan partai (sebenarnya jijik mengucapkannya! jadi ingat catatan aktivis komunis, yang selalu membanggakan partainya).</p>
<p><span id="more-87"></span></p>
<p>masing-masing jika pulang dari pengajian mendiskusikan ulang dengan seksama, apa yang telah disampaikan pembicara. tentu saja, karena materi yang dipahami kurang. perlu tambahan kitab-kitab rujukan yang otentik, tidak ternodai dengan lekangnya zaman. bukan buku-buku karangan <span style="text-decoration:line-through;">anjing-anjing</span> liberalis. merusak keotentikan dengan dalih pencerahan. pembodohan yang sangat bodoh, dan teruntuk ummat yang bodoh pula. keluarga paham akan hal itu, serta membencinya sangat.</p>
<p>ngambek, frustasi, debat kusir, debat sengit, diam-diaman, bahkan boikot makanan pernah terjadi jika tidak ada kesepahaman. meski demikian, keluarga selalu berpikir ulang. bukankah diskusi tujuan semula agar taat dalam beribadah dan mengabdi kepadaNya, <em>kuu anfusakum wa ahlikum naara</em>. jagalah dirimu dan keluarga kamu dari api neraka. sehingga hal-hal tersebut bisa terpecahkan dan didapat solusi, agar bentuk-bentuk yang kurang menguntungkan keluarga dapat diminimalisir.</p>
<p>keluarga sejak zaman pemerintahan orde baru mencintai partai berlambang ka&#8217;bah. bahkan pernah suatu saat bapak dipanggil koramil (komando rayon militer) untuk menghadap, atas tindakannya menulis di papan baliho dekat jalan utama desa dibawah gambar partai berlambang ka&#8217;bah itu dengan tulisan <strong>AZAS ISLAM</strong>. tentu saja hal demikian dianggap sebuah hal subversif pada masa pemerintahan orde baru. dan disuruh menurunkan papan baliho tersebut. bahkan untuk khutbah jumat saja dimonitoring, setiap teks khutbah harus diantrian dahulu ke koramil untuk diperiksa. kalau-kalu ada teks khutbah yang menggugat dan mengkritik pemerintahan. tetapi yang namanya kecintaan tentu saja tidak berhenti sampai disitu saja. setiap diturunkan paksa oleh koramil setempat, pagi harinya di pasang yang baru lagi. bertuliskan <strong>AZAS ISLAM</strong>. itulah kecintaan. bahkan saya mengagumi hal itu dan menganggapnya sebagai aksi kepahlawanan, meski hari ini saya menganggapnya salah. karena berbuat untuk partai. tetapi pada hari itu, itulah yang diketahui bahwa islam ya partai berlambang ka&#8217;bah. sedang turunan sekuler partainya bersimbol beringin. dan anak-anak komunis partainya bersimbol banteng.</p>
<p>reformasi bergulir, sosok putra kelahiran solo berdomisili jogja muncul. menggantikan rezim orde baru. ia membentuk partai turunan dari ormas islam. lambangnya pun sama, matahari. tetapi berazas sekuler pancasila. karena keluarga ikut ormas islam tersebut, maka otomatis warganya juga memilih partai turunannya itu. aksinya simpatik, memukau banyak masyarakat. ide perubahan yang sangat kental dengan profil yang mendirikannya, reformis. meskipun yang dahulu mendukung orde lama, ia juga mengaku reformis. yang mendukung orde baru pun tak kalah ketinggalan mainnya, ia juga mengaku reformis. hehe, dasar politik bush uk. partai berlambang matahari itupun berakhir dengan perolehan suara tak memuaskan. sehingga nggak mengusung nama capres.</p>
<p>seiring dengan waktu, proses ikut halaqah dengan ormas yang mengusung ide khilafah yang tak juga membuat saya mudeng sejak SMA didampingi oleh beberapa orang kakak kelas. beralihlah kepada ormas yang berhaluan partai. tetapi kenyamanan dengan halaqah kepartaian selama 2,5 tahun dengan model ping-pong antar murabbi (khusus saya mungkin, hehe), membuat pertanyaan kembali dihati kecil saya. benarkah islam dapat ditegakkan demikian? setiap mengajukan pertanyaan yang meragukan hati kepada murabbi, selalu dijawab,</p>
<blockquote><p>&#8220;sebaiknya antum tabayyun dulu akh. baik kepada hati antum sendiri, ataupun orang yang lebih tahu tentang persoalan partai dan dakwah.&#8221;</p></blockquote>
<p>dalam hati saya cuma bisa miris dan berkata</p>
<blockquote><p>&#8220;ooo&#8230; wong edan, saya itu punya keraguan dalam hati ini tadz. masa harus kembali bertanya pada hati saya. dan disuruh mencarinya pada murabbi yang lebih tahu. lah, gunanya antum jadi murabbi itu apa kalau tidak ngasih bayyan -penjelasan yang jelas, mumet dewe aku.&#8221;</p></blockquote>
<p>dirumah pun saya mendapat pertentangan keras. semangat yang menggebu menawarkan solusi etika dakwah dan partai di keluarga malah dapat tanggapan sinis.</p>
<blockquote><p>&#8220;loh le! sama-sama partai meskipun partaiku bukan partai dakwah, yang penting kan ide dasarnya. berkeadilan, mensejahterakan, dan membawa amanat rakyat di parlemen. lah wong nantinya juga mereka berkoalisi dengan partai yang bukan dakwah.&#8221; kata bapak saya.</p>
<p>&#8220;wah ini penyakit, harus bilang apa yah?!&#8221; kata hati kecil saya.</p></blockquote>
<p>meskipun ngotot-ngototan dengan keluarga, tetapi saya masih berpikir ulang. apa ini berbuah kebenaran yang haq, karena waktu itu saya juga ragu-ragu dengan apa yang saya perjuangkan. bahkan kata eks murabbi saya waktu itu pas ngisi kultum ramadhan dia ngomong:</p>
<blockquote><p>&#8220;barang syubhat itu sebaiknya ditinggalkan. seperti seekor kambing yang sudah punya jatah lapangan rumput untuk makanannya. tapi kambing itu bermain ke tengah yang berbatasan dengan lapangan rumputnya orang lain. walhasil, kambing itu masuk ke lapangan orang lain dan memakan rumputnya. kalau sudah demikian, antum kalau makan kambing itu bisa jadi syubhat, dan tidak barokah memakannya.&#8221; (maturnuwun buat ustadz saya yang dahulu).</p></blockquote>
<blockquote><p>&#8220;tapi tadz, knapa kambingnya sekarang lebih senang makan dilapangannya orang lain yah?! knapa kambing yang sudah punya lapangan rumput hijau bernama <strong>ISLAM</strong> (berisi Quran dan Sunnah yang mengajarkan dakwah, hijrah, dan jihad), seneng ke tengah-tengah perbatasan dengan lapangan hijau <strong>DEMOKRASI</strong> atas dasar alasan/ hujjah <strong>memaksimalkan manfaat yang sedikit dari lapangan DEMOKRASI</strong> itu tadz?! sedang madharatnya luar biasa kenthir bagi kelangsungan dakwah&#8221;, (apa karena kita bukan kambing, sehingga lebih tahu mana yang &#8216;bermanfaat&#8217; atau <strong>karena rumput tetangga lebih &#8216;MENJANJIKAN materi dunia&#8217; </strong>daripada rumput sendiri?!)</p>
<p>&#8220;Astagfirullah, antum tabayyun dulu akh!&#8221; (busyeeet, tabayyun lageee&#8230; kan ustadz sendiri yang bilang, masa mau direvisi seh? hehe sory loh tadz, moga aja inget meski eks muridna yang dibalck list ngingetin. <span style="text-decoration:line-through;">Eh inget nggak yah, kalau sudah duduk di kursi empuk. awas, kursinya panas lho tadz!</span>).</p></blockquote>
<p>akhirnya debat antar parpol berlambang matahari berhaluan sekuler dan parpol bernuansa halaqah dakwah tidak terjadi dikeluarga saya. meskipun masing-masing menjadi saksi di tps yang sama, dihari pencoblosan tahun 2004. satunya dapat 50 ribu ples makan, satunya cuma dapat ples makannya doank (+ surga katanya). owalaaah dasar demokrasi kampreeet&#8230;</p>
<p>eh lah sekarang ikut halaqah dimana akhireza? dan keluarga gimana? emm.. episode selanjutnya ajah yah.. ^^V</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akhireza.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akhireza.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akhireza.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akhireza.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/akhireza.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/akhireza.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/akhireza.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/akhireza.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akhireza.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akhireza.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akhireza.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akhireza.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akhireza.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akhireza.wordpress.com/87/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhireza.wordpress.com&amp;blog=7380837&amp;post=87&amp;subd=akhireza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhireza.wordpress.com/2009/04/21/hubungan-partai-dan-dakwah-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/54695f72f39c77b2ee9cb85ad345225d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">akhireza</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://akhireza.files.wordpress.com/2009/04/mboten-tumut.gif?w=108" medium="image">
			<media:title type="html">mboten-tumut</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>xxx, pornografi jepang, onani, sex bebas, dan remaja indonesia</title>
		<link>http://akhireza.wordpress.com/2009/04/18/japanporn-blog/</link>
		<comments>http://akhireza.wordpress.com/2009/04/18/japanporn-blog/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Apr 2009 04:12:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akhireza</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internetan]]></category>
		<category><![CDATA[pornografi jepang]]></category>
		<category><![CDATA[xxx]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhireza.wordpress.com/?p=60</guid>
		<description><![CDATA[sore refreshing ke warnet, ketemu adek-adek kelas dan para pengguna warnet lainnya yang rata-rata remaja. ketemu salah satu dari mereka yang duduk mojok sendirian, sedang asyik masyuk ndlongop memelototi layar komputernya. tapi, sesuatu yang janggal saya lihat dari tadi kasak kusuk pindah posisi duduk. helmnya diletakkan disamping tempat duduk. helmnya  yang berkaca memantulkan visualisasi gambar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhireza.wordpress.com&amp;blog=7380837&amp;post=60&amp;subd=akhireza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;">sore refreshing ke warnet, ketemu adek-adek kelas dan para pengguna warnet lainnya yang rata-rata remaja. ketemu salah satu dari mereka yang duduk mojok sendirian, sedang asyik masyuk <em>ndlongop</em> memelototi layar komputernya. tapi, sesuatu yang janggal saya lihat dari tadi kasak kusuk pindah posisi duduk. helmnya diletakkan disamping tempat duduk. helmnya  yang berkaca memantulkan visualisasi gambar situs yang sedang dibukanya secara jelas. oalah, ternyata! mau pulang, iseng menghampirinya. sontak kaget, <em>mak plengeh</em>, tersenyum malu.  konsentrasi pada air mukanya,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">&#8220;mas dicari Allah, disuruh balek kejalanNya.&#8221;</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>mak gleg</em> dia <em>ngelek idu</em>, menelan ludah. abis itu saya ngeloyor pergi ke penunggu server, kebetulan juga teman. ngobrol sebentar,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">&#8220;yang dibuka anak-anak itu apa bos?!&#8221; tanya saya selidik.</p>
<p>&#8220;biasa mas, konten jepang,&#8221; jawabnya.</p>
<p>&#8220;beasiswa? apa cari lowongan kerja?&#8221;</p>
<p>&#8220;porno mas dan situs sejenis lah. banyak yang cari konten itu, malah minta saya video-video downloadnya.&#8221;  imbuhnya setengah berbisik.</p>
<p>&#8220;ou, warnet sini kasih fasilitas gitu?&#8221;</p>
<p>&#8220;terpaksa mas biar laku,&#8221; dia konsentrasi pada layar komputernya.</p>
<p>&#8220;bos, ga&#8217; barokah, hidup bisa jadi susah. ga&#8217; perlu layani seperti itu. kalo perlu matikan komputer user yang buka kaya gitu.</p>
<p>&#8220;assalamu&#8217;alaikum,&#8221;</p>
<p>&#8220;nggeh mas, wa&#8217;alaikumsalam.&#8221; jawabnya</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">duh rabbi, moga dapat hidayah dan jagalah hidayah itu dalam jiwaku. amien</p>
<p>tidak begitu mengherankan, kalau setiap pengguna internet di indonesia ini menurut data statistik termasuk peringkat ke-7 di dunia (selamat yah! selamat dengkulmu kwi! hehe). kata kakak saya <a title="http://romisatriawahono.net/" href="http://romisatriawahono.net/" target="_blank">Romi Satria Wahono</a> (kakak dari hongkong?!),</p>
<p><span id="more-60"></span></p>
<ul>
<li>Setiap detik, 3075,64 USD dibelanjakan untuk pornografi</li>
<li>Setiap detik, 28258 pengguna internet melihat situs pornografi</li>
<li>Setiap detik, 372 pengguna internet mengetikkan kata kunci yang berhubungan dengan pornografi di mesin pencari</li>
<li>Jumlah halaman situs pornografi di dunia saat ini mencapai 420 juta</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">data diatas itu belum diupdate loh, mungkin bisa jadi sudah berkurang (yang ga&#8217; nikmatin gituan, halah! makin nambah banyak kalo gitu!).</p>
<p>lantas apa mereka yang membuka situs-situs sampah itu nggak terangsang? apa cuma diam, <em>meneng anteng ora obah</em>. pelarian yang paling sering adalah kebiasaan onani, yang katanya aman, <em>self service</em>. padahal <a href="http://abuusamah88.wordpress.com/2007/09/09/hukum-onanimastrubasi-dalam-islam/" target="_blank">haram hukumnya</a> sehingga tidak boleh dilakukan dalam kondisi apapun menurut jumhur ulama. lebih parahnya berujung sex bebas. nah kalau sudah demikian, apa bedanya hewan dengan manusia? inilah potret remaja hebat indonesia.</p>
<ul>
<li>pintar otak sehat hati, pintar dan berakhlaq mulia</li>
<li>bodoh otak sehat hati, bodoh tapi berakhlaq mulia</li>
<li>pintar otak rusak hati, pintar tapi berakhlaq bejat</li>
<li>bodoh otak rusak hati, sudah bodoh bejat pula</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">pintar dan sehat adalah bakat. dan bakat merupakan karunia, ia ada karena dilakukan dan dikerjakan terus menerus menjadi kebiasaan dan menjadi bakatlah ia.</p>
<p><strong>bukan bisa atau tidak bisa, tapi mau atau tidak mau!</strong> silakan terserah</p>
<p>Mau gimana lagi yah, namanya juga hasrat, tabiat, nekat, dan keparat. orang sukanya yang mengumbar aurat yang sarat dengan nikmat nafsu bejat sesaat. jadinya sesat jauh dari nilai akhirat. akhirnya terlaknat sampai akhir hayat. tau gitu kok ga&#8217; tobat-tobat? padahal udah terbit bukunya <a href="http://www.aqwam.com" target="_blank">jalan tobat</a>, biar pada selamat jangan lupa shalat. jangan melulu mandi jinabat. segeralah belajar fiqih munakahat, lalu pergi ke KUA setempat laksanakan akad agar mendapat manfa&#8217;at dan berkat dunia dan akhirat. kan enak tuh, sesuai dengan ayat agar dekat dengan malaikat jauh dari setan terlaknat. jangan lupa banyak shalawat agar hati sehat. dan perlu diingat kiamat sudah dekat. sepakat?! enak kan dapat nasehat dari ustat?! (kelihatan dibuat-buat <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  halah)</p>
<p><strong><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-62" style="border:0 none #000000;margin:2px 4px;" title="jalantobat2" src="http://akhireza.files.wordpress.com/2009/04/jalantobat2.jpg?w=150&#038;h=104" alt="jalantobat2" width="150" height="104" />setiap orang pernah berbuat alpa, salah, dan dosa. tetapi sebaik-baik orang berdosa, salah, dan alpa merekalah yang berjalan diatas jalan tobat.</strong> promosi kebaikan boleh kan? (sekalian beli bukunya lah <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  )</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akhireza.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akhireza.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akhireza.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akhireza.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/akhireza.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/akhireza.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/akhireza.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/akhireza.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akhireza.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akhireza.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akhireza.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akhireza.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akhireza.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akhireza.wordpress.com/60/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhireza.wordpress.com&amp;blog=7380837&amp;post=60&amp;subd=akhireza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhireza.wordpress.com/2009/04/18/japanporn-blog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/54695f72f39c77b2ee9cb85ad345225d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">akhireza</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://akhireza.files.wordpress.com/2009/04/jalantobat2.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">jalantobat2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>hubungan partai dan dakwah (1)</title>
		<link>http://akhireza.wordpress.com/2009/04/17/hubungan-partai-dan-dakwah-1/</link>
		<comments>http://akhireza.wordpress.com/2009/04/17/hubungan-partai-dan-dakwah-1/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Apr 2009 09:09:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akhireza</dc:creator>
				<category><![CDATA[Demokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[halaqah]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[kafir]]></category>
		<category><![CDATA[murabbi]]></category>
		<category><![CDATA[partai dakwah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhireza.wordpress.com/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;dua sisi mata uang yang ga&#8217; bisa lepas&#8221;, kata eks ustadz ane aduh ini tentang diri pribadi kok. mau nulis gimana, nggak juga gimana. tapi tetep nulis aja ah. hehe&#8230; dahulu kala semenjak masuk SMA suka ikut-ikut kajian. meski ga&#8217; mudeng yang penting berangkat, dan meski diliputi niatan pergi dari rumah sesaat meninggalkan pekerjaan harian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhireza.wordpress.com&amp;blog=7380837&amp;post=33&amp;subd=akhireza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;"><strong>&#8220;dua sisi mata uang yang ga&#8217; bisa lepas&#8221;, kata <span style="text-decoration:line-through;">eks</span> ustadz ane</strong></p>
<p style="text-align:left;"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-57" style="border:0 none #000000;margin:2px 3px;" title="koin-uang" src="http://akhireza.files.wordpress.com/2009/04/koin-uang.jpg?w=135&#038;h=68" alt="koin-uang" width="135" height="68" />aduh ini tentang diri pribadi kok. mau nulis gimana, nggak juga gimana. tapi tetep nulis aja ah. hehe&#8230; dahulu kala semenjak masuk SMA suka ikut-ikut kajian. meski ga&#8217; mudeng yang penting berangkat, dan meski diliputi niatan pergi dari rumah sesaat meninggalkan pekerjaan harian (nyapu, nge-pel, cuci piring, hehe).<strong> </strong>setelah SMA, masuk perkuliahan tahun pertama langsung disuruh ikut kajian umum,  nah baru setelah itu ikut halaqoh terdiri 10 orang dan ada <em>murabbi&#8217;</em>nya.</p>
<p style="text-align:left;">dua tahun materi awal tentang pola-pola dasar ke-islaman, makna syahadat, asholah dakwah, wasilah dakwah, dan seterusnya. pokoknya seperti di materi-materi ajaran halaqoh lah. sampai pada waktunya, disuruh ikut kegitan partai ada baksos, kerja bantu peduli gempa, mukhayam,  dan kegiatan-kegiatan lainnya. sebuah suara hati terbesit dan terpaksa terlontar pertanyaan kepada sang murabbi&#8217; <span style="text-decoration:line-through;">yang hari ini duduk manis jadi anggota legislatif</span>.</p>
<blockquote><p><span id="more-33"></span></p></blockquote>
<ul>
<li>AR: ustadz apakah saya wajib ikut kegiatan partai, sedang <em>ane </em>lebih suka kegiatan dakwahnya saja. nah, kalau <em>ane</em> ikut kegiatan dakwah saja gimana nih?<!--more--></li>
</ul>
<ul>
<li>UST : gini akh, antum tahu uang koin. disitu ada 2 mata sisi. nah, kalau antum beli barang pake uang yang cuma ada 1 mata sisi. bisa buat beli nggak?<!--more--></li>
<li>AR : yah ga&#8217; bisa lah tadz!<!--more--></li>
<li>UST : nah itu dia, 2 sisi mata uang tadi sama halnya 2 sisi antara dakwah dan partai, saling menguatkan dan saling memberikan manfa&#8217;at.<!--more--></li>
</ul>
<ul>
<li>AR : ouh, gitu ya tadz?! tapi ane merasa kurang <em>sreg</em> kalau dakwah harus disandingkan dengan kepartaian. ada sesuatu yang mengganjal.<!--more--></li>
</ul>
<ul>
<li>UST : gini aja akh, antum kelihatannya <em>futur</em>, kurang asupan dakwah. antum perbanyak <em>amaliyat</em> lagi.</li>
</ul>
<p><!--more-->kebetulan ustadz ada kegiatan di luar jadi langsung pamit pergi. jawaban itu kurang memuaskan hasrat dan rasa ingin tahu: <strong>bener ga&#8217; sih adanya dakwah harus diiringi dengan partai atau sebaliknya?</strong></p>
<p style="text-align:left;">istikharah. shalat dua raka&#8217;at itu tidak hanya<strong> </strong>meminta jodoh yang terbaik pilihan Allah, tapi juga meminta hal-hal yang terbaik lainnya. apalagi kalau masalah <em>syubhat</em> aqidah. menyangkut ideologi yang dibawa sampai mati.</p>
<p style="text-align:left;">alhamdulillah, jawaban yang dibutuhkan malah datang bukan dari murabbi&#8217; yang tadinya mau ditanyai, lantaran <em>pekewuh</em> ga&#8217; jadi tanya. eh malah tanya sama teman se-SMP dulu. dan jawaban itupun menjadi pegangan hidup sampai saat ini, hati dan pikiran ini terasa tercerahkan. bukan jawaban pragmatis, atau doktrin hegemoni barat atas kebodohan ummat.<!--more--></p>
<ul>
<li>TMN : akh reza, persoalannya Allah itu cuma memberikan dua pilihan. islam atau kafir. selain islam ya kekafiran, begitu juga sebaliknya. ajaran Allah dan Rasul-Nya bermakna islam, sedang ajaran diluar itu bermakna kekafiran. jadi wajar dan pantas antum bersikap dalam hati nurani, bagaimana mungkin sebuah hal bermakna kekafiran atau kebathilan di campur dengan hal yang bermakna islam atau kebenaran. adapun yang antum tanyakan perihal partai dengan dakwah, yang hari kita melihat bahwa partai mengandung makna kekafiran. maka mana mungkin dakwah ini di kotori dengan kekafiran, yang ada malah dakwah ini jauh berseberangan dan bermusuhan dengan partai yang bersumber dari kekafiran.<!--more--></li>
</ul>
<ul>
<li>AR : masyaAllah,  antum kok bisa bilang partai yang berdasar dan bervisi syari&#8217;at islam bersumber kepada kekafiran.</li>
</ul>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><!--more--></p>
</blockquote>
<ul>
<li>TMN : apapun yang ditulis dalam ad-art partai manapun baik yang bervisi misi islam atau yang tidak, kegiatannya islami atau tidak. kalau sistemnya masih mengakar kuat didalamnya demokrasi, itu bermakna kekafiran.<!--more--></li>
</ul>
<ul>
<li>AR : loh?! apa hubungan demokrasi dengan kekafiran?! apa karena berbeda dengan islam. padahal sumber-sumber kebaikan pada demokrasi juga ada pada sumber-sumber kebaikan islam? atau hanya sebatas dogma dari ajaran Allah ini yang mengharuskan kita mengkafirkan ajaran yang lain?! dimana letak toleransi dien ini terhadap agama dan paham lainnya yang juga terdapat kebaikan?!<!--more--></li>
</ul>
<ul>
<li>TMN : pertama, antum bilang masalah kekafiran. adanya islam dan kekafiran bersumber dari ajaran Allah. islam itu sistem yang berisi segala hal yang mengatur menyangkut manusia. selain islam itu kafir. kedua, adanya kebaikan dan kejahatan datangnya juga bersumber dari Allah. dan Allah memerintahkan kebaikan didalam islam dan melarang kejahatan juga didalam islam. jadi semua perintah dan larangan untuk kebaikan ummat manusia. adapun demokrasi <strong>juga ada </strong>sumber kebaikan, berarti tidak semua didalam demokrasi itu baik. adapun adanya sedikit kebaikan yang sangat sedikit manfaatnya itupun meniru pola sumber sistem kebaikan yang sudah ada, yaitu islam. jadi mengapa harus mengikuti sistem yang mempunyai sedikit kebaikan dan bahkan sistem yang hanya mengikuti sumber kebaikan? mengapa bukan sumber kebaikan itu sendiri yang harus kita ikuti? ketiga, keimanan itu diyakini pada hati nurani. dilakukan dengan amal perbuatan. dan dipikirkan bagi akal sehat, dengan tidak bertendensi pada nafsu dan keserakahan. dan hati, akal, dan tubuh  yang sehat tertuju pada taatnya pada perintah yang Maha Memerintah. silakan mau dikatakan dogma, doktrin, atau apa sajalah yang penting rumusannya itu. sedang letak dien ini terhadap ajaran, paham, atau sistem lainnya adalah mempersilakan dan tidak memaksakannya. dan tentu saja sekali lagi itu diluar islam dan bersifat kekafiran. adapun kalau memakai ajaran, paham, keyakinan, atau sistem yang tidak bersumber pada islam. tetapi menggunakan, bersembunyi dibalik islam, itu yang perlu diluruskan, bahkan dengan pedang sekalipun.<!--more--></li>
</ul>
<ul>
<li>AR : lalu solusi apa yang bisa diharapkan agar umat manusia ini berada alam ketenangan, kedamaian, keselamatan, keadilan, kesejahteraan, persatuan, kebaikan?<!--more--></li>
</ul>
<ul>
<li>TMN : islam berdasar qur&#8217;an dan sunnah, sesuai ajaran Allah dan RasulNya.<!--more--></li>
</ul>
<ul>
<li>AR : dengan berpartai? partainya Allah dan RasulNya?<!--more--></li>
</ul>
<ul>
<li>TMN : dengan <strong>dakwah, hijrah, dan jihad </strong>RasulNya memberi contoh.<strong><!--more--></strong></li>
<li>AR :<em> well done masyaAllah</em><strong>, </strong>ane akan pelajari dilain kesempatan. jazakumullah kher.<!--more--></li>
<li>TMN : wa iyyakum <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </li>
</ul>
<p style="text-align:left;">hehe baru episode satu akhi reza&#8230;</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">
</blockquote>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akhireza.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akhireza.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akhireza.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akhireza.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/akhireza.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/akhireza.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/akhireza.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/akhireza.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akhireza.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akhireza.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akhireza.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akhireza.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akhireza.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akhireza.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhireza.wordpress.com&amp;blog=7380837&amp;post=33&amp;subd=akhireza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhireza.wordpress.com/2009/04/17/hubungan-partai-dan-dakwah-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/54695f72f39c77b2ee9cb85ad345225d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">akhireza</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://akhireza.files.wordpress.com/2009/04/koin-uang.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">koin-uang</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
