Inilah Islam : kaum muslimin tidak balik menghina Tuhan maupun Nabi agama lain

Dalam beberapa tahun belakang ini, serentetan pelecehan terhadap Nabi Muhammad SAW terus meningkat. Dari aksi kurang ajarnya media cetak Jyllandz Posten (Denmark) tahun 2005 yang memuat dua belas gambar karikatur Nabi Muhammad SAW, aksi pelecehan serupa lainnya dilakukan di media elektronik seperti forum diskusi di indonesia.faithfreedom.org, jejaring sosial facebook, maupun secara pesonal di blog-blog gratis. Aksi tersebut ratusan ribu dibelantara internet. Berita terakhir, ada lomba kartun Nabi dimuat di Facebook. MasyaAllah. Pun tak kalah ramainya juga di forum-forum terbuka yang digagas oleh perorangan maupun kelompok yang benci terhadap dengan Nabi Muhammad SAW.

Sudah sewajarnya, aksi tersebut menuai kecaman. Bahkan percobaan pembunuhan terhadap orang yang melecehkan dilakukan, lantaran tak ada hukuman atas nama seni dan kebebasan berekpresi. Demikian pola orang Barat mengadili dan menilainya. Meski demikian baik aksi protes mengecam dan percobaan pembunuhan sebagai bentuk menegakkan keadilan tidak membuat kaum muslimin balik menghina Tuhan maupun Nabi agama lain. Karena kaum muslimin tahu bahwa Allah Ta’ala berfirman : “Dan janganlah kamu menghina sesembahan-sesembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan menghina Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan …” (QS. Al-An‘am [06]:108).

Inilah salah satu sebab yang membuat orang-orang dahulu yang tidak mengenal Islam di Eropa menjadi tertarik untuk mempelajarinya. Dan tak sedikit dari peristiwa-peristiwa diatas, banyak yang menjadi muallaf lagi taat. Tentu saja semuanya dalam kehendak Allah. Gelombang banyaknya muallaf di Barat baik Eropa maupun Amerika, ternyata membuat gerah sistem pemerintahan kafir yang ada di dua benua itu. Hal ini sejalan dengan sunnatullah yang berlaku sampai hari akhir nanti, sebagaimana Firman Allah Ta’ala : “Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah merasa puas/ridha kepada kalian sampai kalian mau mengikuti millah (ajaran agama) mereka.” (QS. Al-Baqarah [2]: 120).

Salah satu yang peristiwa tragis yang menimpa kaum muslimin yang mulai tumbuh pesat di Eropa, Geert Wilders, Politikus Anggota Parlemen Belanda tahun 2008 membuat film pendek berjudul Fitna, berisi pandangannya tentang Islam dan Al-Qur’an. Tentu saja isinya bukan kabar gembira, tetapi pelecahan. Selang dua tahun kemudian, tahun ini 2010 negara-negara Eropa berlomba untuk mengadakan undang-undang pelarangan niqab dan burqa di negaranya, dan menganggap perbuatan memakai busana muslimah tersebut sebagai bentuk gangguan umum dan kriminal. MasyaAllah. Tak hanya Belgia pesertanya,  Perancis, Jerman, Italia juga sama langkahnya dalam proses pelarangan ini. Hari ini mereka melarang niqab dan burqa, suatu saat nantinya jilbab pun akan dilarang, juga orang yang akan beragama Islam.

Inilah bentuk apresiasi dari pemerintahan sistem musyrik demokrasi, yang dilahirkan 2.500 tahun yang lalu di Yunani dengan kata menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia, dan cinta kedamaian. Ternyata berbanding terbalik dengan apa yang disuarakannya. Kini yang tampak adalah permukaan dari inti yang akan diangkat oleh sistem yang mereka namakan ‘demokrasi’, tak lain yakni permusuhan dengan Islam. Yang mengejutkan sistem bernegara Indonesia, penduduknya mayoritas beragama Islam, dan jumlahnya 13% dari seluruh penduduk muslim seluruh dunia memakai sistem bernegara demokrasi dengan taat sejak awal kemerdekaannya 1945 sampai pemerintahan hari ini.

Bagaimana hal tersebut bisa terjadi? Sedangkan sistem negara demokrasi digunakan musuh untuk menghancuran Islam? Bukan memilih sistem Islam yang datang sebagai bentuk pembebasan terhadap kebodohan dan kejahatan? Hal ini dikarenakan, karena mereka tidak mempelajari dan mempraktikkan dengan sungguh-sungguh ajaran Islam. Pun jika ditandai dengan banyaknya masjid dan politikus beragama Islam masuk kedalam parlemen yang dibawa bukan sistem Islam, tetapi sistem buatan musuhnya (demokrasi). Lalu untuk apa bangunan masjid yang megah sedang tidak diisi oleh jama’ahnya? Dan untuk apa memilih partai (yang berlabel Islam sekalipun) jika hanya menegakkan tiang-tiang sistem musuhnya dan merobohkan sendiri sendi-sendi Islam dalam kehidupannya. Firman Allah : “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka …” (QS. Ar-radu [13]: 11).

Jika kita sekalian orang yang mengaku beriman kepada Allah dan RasulNya tidak mau mengadakan perubahan karena putus asanya masyarakat, ketidakpedulian kaum Muslim terhadap kondisi mereka sendiri, sebagian malah bersikap munafik, bahkan murtad dan bergabung menjadi sekutu orang-orang zhalim dan negara-negara kafir, serta rela hidup terhina di bawah dominasi kekuatan negara-negara kafir, maka Allah Ta’ala akan mendatangkan (mengganti generasi sebelumnya dengan) generasi mukmin yang keimanannya kepada Allah sangat kuat, cintanya kepada Allah melebihi kecintaannya terhadap apa pun di dunia, yang ketaatan dan perjuangannya untuk menegakkan kalimat Allah di muka bumi tidak akan pernah tergetarkan oleh tekanan dan serangan orang-orang yang memusuhi mereka.

Allah Ta’ala berfirman: Hai orang-orang yang beriman, siapa saja diantara kalian murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah cintai dan mereka pun mencintai-Nya; yang bersikap lembut terhadap orang mukmin dan keras terhadap orang-orang kafir; yang berjihad di jalan Allah; dan yang tidak takut terhadap celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah yang diberikan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha tahu. (QS. Al-Maidah [5]: 54)

Sedangkan kita kaum muslimin dijanjikan oleh Allah Ta’ala atas kemenangan Islam diatas segala sistem, pemikiran dan ideologi yang menandingi, menantang, dan menentang Islam. Yang berarti Allah akan memenangkan Islam dari sistem produk manusia seperti liberalisme, kapitalisme, sosialisme-komunisme, maupun ideologi-ideologi lainnya. Firman-Nya: “Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar, agar dimenangkannya atas semua agama. Cukuplah Allah sebagai saksi.” (QS. Al-Fath [48]: 28).

Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh diantara kalian, bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa. Sungguh, Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan Aku dengan sesuatu (apa)pun. Siapa saja yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik. (QS. An-Nur [24]: 55)

Kalau sudah demikian apa yang akan kita lakukan? Tetap menentang Allah dengan jalan mengikuti, memanfaatkan, memakai sistem / ideologi / pemahaman / pemikiran hasil produk mereka, atau beriman dan memilih jalan yang diridhai Allah yakni Islam? Firman Allah Ta’ala :  “Allah menyediakan bagi mereka azab yang keras, maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang yang mempunyai akal; (yaitu) orang-orang yang beriman. Sesungguhnya Allah telah menurunkan peringatan kepadamu.” (QS Ath Thalaq: 10).

Firman Allah Ta’ala : “Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tidak akan mendapatkan seorang wali yang dapat memberi petunjuk kepadanya.” (QS. Al Kahfi: 17).

Firman Allah Ta’ala : “Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan ataspenglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?” (QS. Al Jaatsiyah: 23).

Semoga kita menjadi orang beriman, yang diberi petunjuk, tidak terhijab oleh hawa nafsu, dan menjadi orang bertakwa lagi berAKAL. Amien. (—akhireza)

0 Tanggapan ke “Inilah Islam : kaum muslimin tidak balik menghina Tuhan maupun Nabi agama lain”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s





Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.