“Hampir tiba saatnya, umat manusia (musuh Islam) akan mengepung dan memperebutkan kalian seperti sekelompok orang rakus berebut makanan di atas nampan“.
Demikian peringatan Nabi Muhammad SAW kepada ummatnya. Apa yang dikhawatirkan Nabi tersebut sudah terbukti, umat Islam telah menjadi kue rebutan para kolonialis, dikepung dari berbagai arah baik dalam bidang ekonomi, politik, militer, budaya maupun ideologi pemikiran.
Dari berbagai ideologi global yang saat ini mendominasi dunia, bisa ditarik benang merah yang mengaitkan satu dengan lainnya. Yang satu menjadi induk bagi cabang lainnya, yang satu menjadi batang bagi tunas lainnya. Dan semua bermuara pada gerakan Yahudi internasional ( Zionisme ). Zionisme atau shuhyoniah yang diarsiteki oleh tokoh Yahudi Austria Theodor Herzl, adalah reinkarnasi dari Massonary (Freemasonry) sebuah gerakan Yahudi bawah tanah, terorisme yang sulit dilacak, karena memiliki kontrol organisasi yang rapi. Tujuannya mengupayakan Yahudi untuk mendominasi dunia. Menyeru kepada Atheisme, Permissifisme dan kerusakan.
Zionisme mempunyai jaringan organisasi yang sangat banyak dan kuat, mendominasi perekonomian global, menguasai dana internasional yang dijadikan alat untuk menyetir politik dan ekonomi Negara-negara dunia ketiga, ikut menegendalikan PBB, memperalat amerika dan Negara-negara Eropa untuk mengegolkan ambisi mereka.
Freemasonry yang berarti perkumpulan tukang batu, hanyalah nama samaran agar para tokoh Yahudi leluasa bergerak menjalankan misi mereka. Mereka mempunyai akar sejarah yang panjang, konon sudah didirikan sejak 43 M oleh Herodes Agripa I. Kegiatan mereka pada awalnya adalah memusuhi orang-orang Kristen, menyiksa, mengusir dan membantai mereka, hingga akhirnya merusak bahkan merubah doktrin utama ajarannya. Mereka juga berupaya merusak ajaran Islam lewat Abdullah bin Saba’ yang mempelopori munculnya Syiah Ghulat, sekaligus untuk memecah belah kekuatan Islam. Disamping aktif menyebarkan cerita dusta ( isroiliyat ) untuk menodai kemurnian Islam.
Continue reading ‘Ideologi ISLAM VS Ideologi Kafir’
ada tradisi yang baik dikeluarga saya. bapak dan ibu mempunyai komunitas kajian sendiri. ikut ormas islam berlambang matahari. jauh sebelumnya mengikut ormas islam yang fanatik, berlambang bumi bertali. sejak berpindah ke solo beliau berdua pindah ke ormas lain. tentu berpindahnya tidak secara spontan langsung ganti ormas, atau pengin sesuatu hal yang baru. tentu tidak seperti itu. dan tidak juga seperti seorang politikus kutu loncat, berpindah dari satu partai ke partai lain untuk hal yang lebih menjanjikan, apalagi kalau bukan materi dunia. kalaupun ada yang mengatakan untuk kepentingan bangsa, negara, rakyat, apapun lah namanya. saya tidak yakin sama sekali. kedok, demikian saya melabelinya. mereka ingin dipilih rakyat. sedang rakyat tak tahu mengapa ia harus dipilih. maka keluarlah sumpah, janji, kontrak politik, sebar sembako, bakti sosial, pengobatan gratis, hadiah, jilbab, bahkan ada juga yang ‘menyumbang’ Quran ‘cuma-cuma’. (hehe.. karena dahulu saya juga pernah berpartisipasi seperti itu, demi partai saudara! duuh… naifnya). beliau berdua memakai proses perbandingan kedua ormas islam tersebut.
aduh ini tentang diri pribadi kok. mau nulis gimana, nggak juga gimana. tapi tetep nulis aja ah. hehe… dahulu kala semenjak masuk SMA suka ikut-ikut kajian. meski ga’ mudeng yang penting berangkat, dan meski diliputi niatan pergi dari rumah sesaat meninggalkan pekerjaan harian (nyapu, nge-pel, cuci piring, hehe). setelah SMA, masuk perkuliahan tahun pertama langsung disuruh ikut kajian umum, nah baru setelah itu ikut halaqoh terdiri 10 orang dan ada murabbi’nya.
Komentar Terakhir